Senin, 28 Januari 2013

IDENTIFIKASI DAN PREPARATIF SAMPEL

A.     TEORI DASAR
1.      IDENTIFIKASI SAMPEL
Identifikasi sampel merupakan langkah awal sebelum melakukan analisis kimia untuk menetapkan jenis / karakter / golongan dari sampel yang akan dianalisis, sekaligus pula dapat menetapkan metoda / prosedur kerja analisisnya. Identifikasi meliputi pengamatan secara makro tentang wujud, rupa, warna, bau, sifat hidroskopis. Dalam praktikum ini jenis atau golongan sampel diberitahu seperti sampel dari golongan senyawa anorganik atau organik.
2.      PREPARATIF SAMPEL
Preparatif sampel bertujuan untuk menyiapkan sampel siap saji diukur dengan alat ukut baik secara gravimetri, volumetri maupun secara interaksi elektron dalam sampel. Penyiapan sampel ini sangat menentukan keberhasilan suatu analisis.
B.     TEORI TAMBAHAN
Analisa kualitatif bertujuan menentukan adanya tidak unsur, radikal, ion atau senyawa dalam zat atau campuran zat yang tidak diketahui atau sampel (contoh) , sedangkan untuk menentukan struktur molekul atau struktur kristal tidak termasuk analisa kualitatif.
1.      Analisa kualitatif semi mikro / mikro
Dapat dilakukan dalam bermacam-macam skala, dalam analisa makro dengan skala 0,5 – 1 gr dan volume zat yang dipakai cukup 20 ml, dalam analisa semimikro kuantitas zat dengan skala 0,1 – 0,05.
2.      Metode analisa kualitatif
a.       Analisa dengan reaksi kering, yakni proses penetapan kualitatif dilakukan dalam keadaan kering.
1)      Proses pemanasan, peristiwa sublimasi / pelelehan / penguraian yang disertai perubahan warna dan disertai timbulnya gas dengan warna dan bau yang khas.
2)      Uji pipa tiup menggunakan nyala mereduksi dihasilkan dengan menaruh pipa tepat diluar nyala, dengan meniup secara perlahan-lahan kearah sampel.
3)      Uji nyala, senyawa-senyawa logam tertentu diuapkan dalam nyala bunsen tak terang dan memberikan warna yang karakteristik setiap logam dalam nyala.
4)      Uji spektroskopo, spektra nyala cara yang memisahkan cahaya atas zona-zona komponenya dan mengidentifikasi kation yang ada oleh perangkat zona yang khas.
5)      Uji manik borak, menggunakan natrium borak Na2B4O7.10H2O dengan bantuan kawat platinum tempat pelelehan natrium borak.
b.      Analisa reaksi basah, analisa terjadi bisa dalam keadaan larutan
Suatu reaksi dinyatakan telah terjadi jika :
1)      Terbentuknya endapan
2)      Pembebasan gas
3)      Perubahan warna
3.      Test identifikasi
Test identifikasi dilakukan terhadap
a.       Jenis sampel apakah senyawa anorganik atau organik.
b.      Wujud sampel (cair, padat dan gas)
c.       Rupa (bungkahan, powder, kristal, jika cair atau gas mengarah pada warna)
d.      Warna
e.       Test sifat zat yang hidrokopis
Zat yang hidrokopis dapat mengabsorpsi air dari udara, terjadi ikatan dengan air yang ditandai perubahan wujud dari padat ke cair.
f.        Test sifat asam dan basa
Zat atau senyawa dapat diidentifikasi sifat asam atau basa menggunakan :
1)      Kertas lakmus
2)      Kertas pH universal
3)      pH meter
4)      Indikator
g.       Reaksi dengan asam sulfat
Identifikasi dengan menggunakan H2SO4 encer atau pekat menghasilkan gas . gas yang keluar diketahui dengan reagen tertentu menghasilkan suatu reaksi yang khas.
h.       Dengan NaOH
                   Penambahan basa kuat akan mendesak basa lemah dan mengeluarkan gas yang dapat diidentifikasi.

0 komentar:

Poskan Komentar